Harapan – Ze’sopol Caminha

Tuesday, January 15, 2008

Harapan

Ze’sopol Caminha

Ketika aku mengharapkan bantuanmu
kau diam seribu bahasa, tapi … mendukung musuhku

Tempatku hangus terbakar
Kawan-kawanku mati terkapar

Pemusnahan dan penghancuran
tiada harapan

Bagai nyamuk, kau mulai menghisap darahku
di sekujur tubuhku

Tubuhku mulai pucat
kau datang sebagai dewa penyelamat

Menyiramku bagai bunga
tuk’ penuhi dahaga

Hidup kembali dari kematiannya
berbunga dengan mekarnya

kau mengklaim menjadi tuannya
Memetiknya

walau aku pemiliknya
tapi untukku, pohon dan daunnya

[Farol, 25 Februari 2000]


[Diterjemahkan oleh Kadek Krishna Adidharma]

Filed under : EDITION  - Terra 

ARCHIVES of January , 2008