Pengungsi Siap-Siap Berangkat – Helen Pavlin

Tuesday, January 15, 2008

Pengungsi Siap-Siap Berangkat

Helen Pavlin

Di sebuah rumah
Tak ada selamat tinggal yang terucap,
tak ada visa yang dicari,
tak boleh tampak seperti pergi,
tak boleh tinggalkan jejak.
Bawa apa?
Pakaian upacara pemberian nama
untuk anak yang belum lahir, tentunya.

Di rumah lain
Bom jatuh semakin dekat.
Tiba kabar mereka sebaiknya berangkat.
Bawa apa?
Mereka melihat ke sekitar.
“Aku akan menggantung cucian,” katanya.
Kali pertama dalam hidupnya
si suami ikut membantu.

Waktunya berangkat.
Mereka melihat ke sekitar.
Bawa apa?
Ketika pintu dan jendela runtuh
mereka lari bertangan hampa.

Di rumah lain
Membungkus foto
perhiasan,
sertifikat tanah –
siapa tahu kembali –
obat-obatan dan makanan.
Istri merambah laci,
ia yang praktis.
Suami mencemaskan buku di lantai atas.

Lalu, si kecil,
memanjat ke dalam laci tempat tangannya sibuk
menangkap dan menahan pandangan matanya:
“Ibu, bawa aku juga! – Kumohon!”


[Diterjemahkan oleh Kadek Krishna Adidharma]

Filed under : EDITION  - Terra 

ARCHIVES of January , 2008