Di Tepi Sungai
Romaine Moreton
di Haiti
mereka menjunjung
tikus mati
layaknya
presiden
tikus mati
di tepi sungai
membuatku rindu
kampung halaman
bukan kematian
yang memanggilku
namun bau yang tercium
sepanjang dasar sungai
perjalanan kami
ke lubang biru
bangkai kangguru
yang melapuk
semerbak Desember
kenangan berkelebatan
tentang maut
dan liburan
tentang musim panas luas
nyamuk pasir
dan belut!
diteriakkan seolah
hiu!
seakan kami di tengah ombak
sahabat-sahabat hitam berlarian di atas air
tumpang tindih
untuk keluar
pertama
yah
setidaknya bukan yang terakhir
hari-hari cerah ini
begitu gerah
dan aku
begitu jauh dari
rumah
aku di tanah airku sendiri
namun begitu jauh dari
negriku
keluarga
hanya beberapa jam dari sini
dunia yang mengundangku agar menghuninya
jauh dari sesama
mencoba membuatku lupa
atau putus asa
tapi Leluhurku di sini
di pohonan
angin sepoi di sela rumputan
juga keping beling
di sekitar halte bis
Marrickville
ikan sepat di sungai
dicekoki air raksa
tumbuh subur
dibiarkan bebas para pemancing
sebab daging mereka racun
ini negeri Bejigal
aku menghormat
para leluhur
tiap hari
membisikkan
nama mereka
pada udara penuh
bunga wattle
mimpi lama terbawa sayap
gagak rimba
tepi sungai berlumpur
bersembulan bayi kepiting
bakau
menghunjam
tepi yang cemar
seperti tongkat penggali
bau akrab
tikus mati
tak kuhindari
bulat
tubuhnya
kukagumi
oh Pencipta penuh mukjizat
bahkan dalam busuk kematian
tikus ini
pun
keajaiban
[Diterjemahkan oleh Kadek Krishna Adidharma]